INFLASI DAN DEFLASI

Nama: Ru'ya Shadiqa A
Nim: 240907501004

    Halo teman-teman semuanya,kali ini aku mau membagikan sebuah materi tentang Inflasi dan Deflasi pada mata kuliah Pengantar Ekonomi Bisnis, Yuk disimak penjelasanya!


Sumber: https://www.istockphoto.com/

PENDAHULUAN✨

Inflasi dan deflasi adalah dua fenomena ekonomi yang mencerminkan perubahan harga barang dan jasa di pasar di negara tertentu. Inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa secara umum selama periode waktu tertentu. Sebaliknya, deflasi adalah penurunan harga yang terus menerus dan stabil. Keduanya mempengaruhi perekonomian negara, yaitu kekuatan beli, investasi, dan kondisi keuangan. Oleh karena itu, itu adalah hal yang penting untuk memahami inflasi dan deflasi untuk mengelola perekonomian.

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Sumber: https://media.istockphoto.com/

1. Inflasi : Inflasi adalah fenomena ekonomi dalam waktu tertentu harga barang dan jasa secara keseluruhan terus-menerus naik, dan sebaliknya daya beli uang menurun. Dengan kata lain, jumlah uang yang sama tidak cukup untuk membeli barang atau jasa dalam jumlah yang sama ini dibutuhkan. Inflasi biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar. Jika barang dan jasa yang lebih banyak diminta daripada yang dapat memasok produsen, maka harga cenderung naik. Disamping itu, inflasi bisa disebabkan oleh biaya produksi yang juga naik, misalnya, naiknya bahan baku atau energi, yang ditransmisikan ke konsumen. Proses inflasi tidak hanya bersifat makro ekonomi, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat, bahkan dampaknya juga dapat diukur, yaitu daya beli, biaya hidup, dan perilaku konsumsi.

2. Deflasi : Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, di mana harga barang dan jasa secara umum menurun dalam jangka waktu tertentu. Akibatnya, nilai uang justru semakin tinggi karena jumlah barang dan jasa yang bisa dibeli ternyata lebih banyak. Tampak menguntungkan, namun ketika terjadi deflasi dalam waktu lama malah dapat menurunkan aktivitas perekonomian karena masyarakat tidak jadi membeli dan menunda-nunda. Ketika para konsumen merasa bahwa harga barang terus akan turun di kemudian hari, konsumen memutuskan untuk menunda pada lain waktu. Hal tersebut nantinya membua badai deflasi yang akan membuat produsen tidak berniat membuat barang dan berpengaruh pada pegawai yang diberhentikan masa kerjanya. Biasanya deflasi terjadi saat ada ketidakseimbangan dalam penawran dan permintaan di mana jumlah barang dan jasa yang diminta menurun dan penawarannya tetap atau bahkan meningkat.

B. Penyebab Inflasi dan Deflasi

1. Inflasi

  • Banyaknya Uang yang Beredar : Ketika uang yang beredar dalam perekonomian melampaui jumlah barang dan jasa yang tersedia, nilai mata uang menurun, sehingga harga barang dan jasa naik. Hal ini sering terjadi akibat kebijakan moneter yang terlalu longgar.
  • Kenaikan Biaya Produksi : Inflasi juga dapat dipicu oleh kenaikan harga bahan baku, energi, atau tenaga kerja, yang memengaruhi biaya produksi dan pada akhirnya diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga jual yang lebih tinggi.
  • Naiknya Penawaran dan Permintaan : Ketidakseimbangan antara peningkatan permintaan yang signifikan dan kapasitas penawaran yang terbatas dapat menyebabkan harga barang dan jasa naik. Contohnya adalah kenaikan harga tiket saat musim liburan akibat lonjakan permintaan.
  • Persediaan Barang yang Terbatas : Jika ketersediaan barang terganggu, misalnya karena bencana alam atau masalah distribusi, harga barang akan naik karena kelangkaan tersebut. Hal ini sering terjadi pada bahan pangan atau komoditas penting.
2. Deflasi
  • Menurunnya Uang yang Beredar : Deflasi sering terjadi ketika jumlah uang yang beredar dalam perekonomian menurun secara signifikan. Hal ini bisa disebabkan oleh kebijakan moneter yang ketat, di mana bank sentral menaikkan suku bunga atau mengurangi pasokan uang. Kondisi ini menyebabkan masyarakat lebih memilih menyimpan uang daripada membelanjakannya, sehingga permintaan terhadap barang dan jasa menurun.
  • Jumlah Barang di Pasar Meningkat : Ketika pasokan barang dan jasa meningkat secara berlebihan dibandingkan permintaan, harga akan turun untuk menyeimbangkan pasar. Contohnya adalah peningkatan produksi barang-barang teknologi yang pesat, seperti smartphone atau laptop, yang sering kali membuat harga turun akibat kelebihan stok.
  • Turunnya Permintaan Hasil Produksi : Penurunan permintaan dapat terjadi akibat penurunan daya beli masyarakat atau perubahan preferensi konsumen. Ketika perusahaan mengalami penurunan pesanan, mereka seringkali harus menurunkan harga untuk mendorong penjualan, yang pada akhirnya menciptakan tekanan deflasi. Kondisi ini bisa diperparah dalam situasi resesi ekonomi, di mana konsumen cenderung menunda pembelian barang.
C. Pengaruh dari Inflasi dan Deflasi di Kehidupan Sehari-hari

1. Inflasi
  • Mengikis Daya Beli : Ketika inflasi terjadi, harga barang dan jasa meningkat, tetapi pendapatan masyarakat sering kali tidak naik secara proporsional. Hal ini mengurangi kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari dengan jumlah uang yang sama. Misalnya, jika harga bahan makanan meningkat, masyarakat perlu mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan lain.
  • Mendorong Pengeluaran dan Investasi : Inflasi yang moderat bisa menjadi pendorong ekonomi, karena orang cenderung membelanjakan uang mereka sebelum harga barang naik lebih tinggi. Selain itu, investor mencari cara untuk melindungi nilai uangnya dengan berinvestasi, misalnya dalam aset properti atau emas, yang nilainya cenderung stabil selama inflasi.
2. Deflasi
  • Penurunan Pendapatan Bisnis: Ketika harga barang dan jasa turun, bisnis sering kali mendapatkan pendapatan yang lebih sedikit meskipun mereka menjual jumlah yang sama atau lebih banyak. Hal ini membuat perusahaan kesulitan untuk membayar biaya operasionalnya, yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha mereka.
  • Penurunan Upah dan PHK: Deflasi yang berkelanjutan membuat perusahaan mengurangi biaya tenaga kerja karena pendapatan yang menurun. Ini sering kali menyebabkan pemotongan upah atau bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang pada akhirnya memengaruhi tingkat pengangguran dan daya beli masyarakat secara luas.
D. Contoh Inflasi dan Deflasi

1. Contoh Inflasi: Pada 2022, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami kenaikan akibat naiknya harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, termasuk tarif transportasi dan bahan pokok. Situasi ini mencerminkan inflasi berbasis biaya produksi (cost-push inflation), di mana kenaikan harga input produksi mendorong inflasi secara keseluruhan. 

2. Contoh Deflasi: Jepang pada dekade 1990-an mengalami deflasi berkepanjangan. Harga barang dan jasa menurun secara terus-menerus akibat rendahnya permintaan masyarakat dan kelebihan pasokan barang. Deflasi ini berdampak negatif pada ekonomi Jepang, termasuk meningkatnya tingkat pengangguran dan rendahnya pertumbuhan ekonomi.

Sumber: https://katadata.co.id/ekonopedia/istilah-ekonomi/633e081174698/pengertian-deflasi-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya


KESIMPULAN

    Inflasi dan deflasi adalah fenomena ekonomi yang saling bertolak belakang namun sama-sama memiliki dampak signifikan. Inflasi terjadi ketika harga barang dan jasa naik secara umum, mengurangi daya beli masyarakat, namun dapat mendorong investasi dan pengeluaran. Sebaliknya, deflasi ditandai dengan penurunan harga yang meningkatkan daya beli, namun berpotensi menurunkan pendapatan bisnis, memicu PHK, dan memperlambat ekonomi. Keseimbangan dalam mengelola inflasi dan deflasi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

Bank Mega. (2023). Inflasi dan Deflasi: Apa Bedanya?. Diakses pada 17 November 2024, dari https://blog.bankmega.com/inflasi-dan-deflasi-bedanya/.
Ruang Menyala. (2023). Pengertian Inflasi dan Deflasi. Diakses pada 17 November 2024, dari https://www.ruangmenyala.com/article/read/pengertian-inflasi-dan-deflasi.
Kompas. (2024). Perbedaan Inflasi dan Deflasi serta Untung Ruginya bagi Ekonomi. Diakses pada 17 November 2024, dari https://money.kompas.com/read/2024/03/19/061226626/perbedaan-inflasi-dan-deflasi-serta-untung-ruginya-bagi-ekonomi.
Investor.id. (2023). Pengertian dan Contoh Inflasi dan Deflasi: Sudah Tahu?. Diakses pada 17 November 2024, dari https://investor.id/investory/291209/pengertian-dan-contoh-inflasi-dan-deflasi-sudah-tau.
Katadata. (2023). Pengertian Deflasi, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya. Diakses pada 17 November 2024, dari https://katadata.co.id/ekonopedia/istilah-ekonomi/633e081174698/pengertian-deflasi-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama