Tugas Market Structure

Nama : Ru'ya Shadiqa Almahdaly
NIM : 240907501004

Objectives and market structure


1. Persaingan Sempurna (Perfect Competition)

Persaingan sempurna adalah struktur pasar yang ideal di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, produk yang homogen (identik), serta kebebasan masuk dan keluar pasar. Dalam pasar ini, tidak ada satu pun penjual atau pembeli yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi harga, sehingga mereka bertindak sebagai "penerima harga" (price takers). Contoh pasar yang mendekati persaingan sempurna adalah pasar produk pertanian atau pasar valuta asing.

Apa saja ciri-ciri utama persaingan sempurna?
  • Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak: Tidak ada satu pun pelaku pasar yang dominan.
  • Produk homogen: Semua produk yang ditawarkan identik, sehingga konsumen tidak memiliki preferensi terhadap merek tertentu.
  • Kebebasan masuk dan keluar pasar: Tidak ada hambatan bagi perusahaan baru untuk masuk atau keluar dari pasar.
  • Informasi sempurna: Semua pelaku pasar memiliki akses terhadap informasi yang sama mengenai harga, kualitas, dan teknologi.
  • Dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan berfokus pada efisiensi produksi karena mereka tidak dapat memengaruhi harga. Keuntungan dalam jangka panjang cenderung nol karena adanya kebebasan masuk pasar.
Dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan berfokus pada efisiensi produksi karena mereka tidak dapat memengaruhi harga. Keuntungan dalam jangka panjang cenderung nol karena adanya kebebasan masuk pasar.

Salah satu contohnya seperti, Pasar Produk Pertanian
Seperti,seperti pasar beras, gandum, jagung, atau sayur-sayuran, sering dianggap sebagai contoh klasik dari persaingan sempurna. Ada banyak petani (penjual) dan banyak konsumen (pembeli), dan produk yang dijual relatif homogen (misalnya, beras jenis tertentu).


                                                ilustrasi pasar dari https://ajaib.co.id/ini-pengertian-pasar-tradisional-menurut-ilmu-ekonomi/

Bayangkan sebuah pasar tradisional di mana banyak petani menjual beras. Beras yang dijual oleh masing-masing petani hampir identik, sehingga konsumen tidak memiliki preferensi khusus terhadap beras dari petani tertentu. Harga beras di pasar ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan secara keseluruhan. Jika seorang petani mencoba menjual beras dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar, konsumen akan beralih ke petani lain.

2. Persaingan Monopolistik (Monopolistic Competition)

Persaingan monopolistik adalah struktur pasar di mana terdapat banyak penjual yang menawarkan produk yang serupa tetapi terdiferensiasi. Diferensiasi produk dapat berupa perbedaan merek, kualitas, desain, atau lokasi. Dalam pasar ini, perusahaan memiliki sedikit kekuatan untuk memengaruhi harga karena adanya diferensiasi produk.Contoh pasar persaingan monopolistik adalah pasar restoran, salon, atau toko pakaian.

Apa saja ciri-ciri utama persaingan monopolistik?
  • Jumlah penjual dan pembeli banyak: Terdapat banyak perusahaan yang bersaing di pasar.
  • Diferensiasi produk: Produk yang ditawarkan serupa tetapi memiliki perbedaan yang membedakannya dari produk pesaing.
  • Kebebasan masuk dan keluar pasar relatif mudah: Meskipun tidak sepenuhnya bebas, hambatan masuk pasar relatif rendah.
  • Persaingan non-harga: Perusahaan bersaing melalui diferensiasi produk, promosi, dan layanan purna jual.
Dalam pasar persaingan monopolistik, perusahaan berfokus pada diferensiasi produk dan pemasaran untuk menarik konsumen. Keuntungan dalam jangka panjang cenderung mendekati nol karena adanya persaingan dan kebebasan masuk pasar.

salah satu contoh, Industri Restoran


Di setiap kota, kita akan menemukan banyak restoran yang menawarkan berbagai jenis masakan. Meskipun mereka semua menjual makanan, setiap restoran memiliki ciri khasnya sendiri, seperti menu khusus, suasana, atau layanan yang berbeda. Misalnya, ada restoran yang mengkhususkan diri pada masakan Italia, restoran cepat saji, atau restoran yang menawarkan hidangan vegetarian. Setiap restoran berusaha untuk menarik pelanggan dengan menciptakan diferensiasi produk melalui menu, dekorasi, dan promosi.

3. Oligopoli (Oligopoly)

Oligopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat beberapa penjual yang menguasai sebagian besar pasar. Perusahaan-perusahaan dalam oligopoli saling bergantung satu sama lain, karena keputusan satu perusahaan akan memengaruhi perusahaan lainnya. Contoh pasar oligopoli adalah pasar industri otomotif, telekomunikasi, atau penerbangan.

Apa saja ciri-ciri utama oligopoli?

  • Jumlah penjual sedikit: Hanya terdapat beberapa perusahaan yang menguasai pasar.
  • Saling ketergantungan: Keputusan satu perusahaan memengaruhi perusahaan lainnya.
  • Hambatan masuk pasar tinggi: Terdapat hambatan yang signifikan bagi perusahaan baru untuk masuk ke pasar.
  • Persaingan non-harga dan harga: Perusahaan bersaing melalui diferensiasi produk, promosi, dan terkadang melalui perang harga.
Dalam pasar oligopoli, perusahaan berfokus pada strategi bersaing yang kompleks karena adanya saling ketergantungan. Keuntungan dalam jangka panjang dapat signifikan karena adanya hambatan masuk pasar.

Salah satu contohnya, Industri Telekomunikasi Seluler


  ilustrasi industri dari https://www.bareksa.com/berita/berita-ekonomi-terkini/2016-00-22/industri-telekomunikasi-seluler-di-indonesia-dirampingkan-apakah-masih-cerah

Di banyak negara, industri telekomunikasi seluler didominasi oleh beberapa perusahaan besar. Mereka menawarkan layanan yang serupa, seperti panggilan, pesan teks, dan data internet. Perusahaan-perusahaan ini saling bergantung satu sama lain dalam menentukan harga dan strategi pemasaran.

4. Monopoli (Monopoly)

Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai seluruh pasar. Perusahaan monopoli memiliki kekuatan penuh untuk menentukan harga karena tidak adanya pesaing. Contoh pasar monopoli adalah perusahaan listrik negara atau perusahaan air minum.

Apa saja ciri-ciri utama monopoli?

  • Hanya ada satu penjual: Perusahaan menguasai seluruh pasar.
  • Tidak ada barang pengganti: Produk yang ditawarkan tidak memiliki substitusi.
  • Hambatan masuk pasar sangat tinggi: Terdapat hambatan yang sangat signifikan bagi perusahaan baru untuk masuk ke pasar.
  • Penentu harga (price maker): Perusahaan memiliki kekuatan penuh untuk menentukan harga.
Dalam pasar monopoli, perusahaan berfokus pada memaksimalkan keuntungan karena tidak adanya pesaing. Keuntungan dalam jangka panjang dapat sangat signifikan karena adanya hambatan masuk pasar.

Salah satu contohnya adalah,Perusahaan Listrik Negara (PLN)
PLN adalah perusahaan negara yang menguasai penyediaan listrik di Indonesia. Karena infrastruktur kelistrikan membutuhkan investasi yang sangat besar dan izin khusus dari pemerintah, sulit bagi perusahaan lain untuk masuk ke pasar ini.

Referensi materi dari






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama